Senin, 19 April 2010

Dunia Pendidikan Konvensional Indonesia

Secara umum Dunia Pendidikan memang belum pernah benar-benar menjadi wacana yang publik di Indonesia, dalam arti dibicarakan secara luas oleh berbagai kalangan baik yang bersentuhan langsung maupun tidak langsung dengan urusan pendidikan. Namun demikian, bukan berarti bahwa permasalahan ini tidak pernah menjadi perhatian.

Upaya-upaya peningkatan kualitas mutu serta kuantitas yang membawa nama pendidikan telah dilakukan oleh pihak pemerintah, walau sampai saat ini kita belum melihat hasil dari usaha tersebut. Apabila kita melihat dari sudut pandang nasional atau alias yang umum-umum saja jadi marilah kita lihat apa yang dilakukan oleh pemerintah. Usaha yang dilakukan oleh pemerintah biasanya bersifat konstitusional demi mendapatkan lulusan dari sekolah yang kompetitif dan siap bersaing secara global, semisalkan dengan menetapkan angka batas minimal kelulusan UAN dengan nilai sebesar 4,00 dengan tidak digabung dengan poin pada ujian praktek ditambah lagi tanpa ujian praktek. Pada hal ini bukannya kita menemukan pemerintah berusaha untuk memperbaiki mutu pendidikan melainkan nampak sepertinya pemerintah hendak menjegal generasi kita.

Apabila kita amati dengan seksama, apa sebenarnya yang menjadi inti permasalahan pada dunia pendidikan, mungkin jauh lebih sulit dari menggantang asap. Berbagai hal dapat saja dipersalahkan sebagai pokok masalah yang menghambat kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Namun demikian, yang jelas-jelas dapat kita temukan sebagai suatu kecacatan ialah proses belajar mengajar konvensional yang mengandalkan tatap muka antara guru dan murid, dosen dengan mahasiswa, pelatih dengan peserta latihan, bagaimanapun merupakan sasaran empuk yang paling mudah menjadi sasaran bagi suara-suara kritis yang menghendaki peningkatan kualitas pada dunia pendidikan.

Ketidakefektifan adalah kata yang paling cocok untTuk sistem ini, sebab seiring dengan perkembangan zaman, pertukaran informasi menjadi semakin cepat dan instan, namun institut yang masih menggunakan sistem tradisional ini mengajar (di jenjang sekolah tinggi kita anggap memberikan informasi) dengan sangat lambat dan tidak seiring dengan perkembangan IT. Sistem konvensional ini seharusnya sudah ditinggalkan sejak ditemukannya media komunikasi multimedia. Karena sifat Internet yang dapat dihubungi setiap saat, artinya siswa dapat memanfaatkan program-program pendidikan yang disediakan di jaringan Internet kapan saja sesuai dengan waktu luang mereka sehingga kendala ruang dan waktu yang mereka hadapi untuk mencari sumber belajar dapat teratasi. Dengan perkembangan pesat di bidang teknologi telekomunikasi, multimedia, dan informasi; mendengarkan ceramah, mencatat di atas kertas sudah tentu ketinggalan jaman.

Dampak Laju Inflasi 2008 terhadap IT

Dalam beberapa hari semenjak tahun 2008 dimulai, tekanan terhadap inflasi dalam negeri rupanya telah menunjukkan peningkatan yang kurang menggembirakan. Masih belum baiknya distribusi dan penyediaan kebutuhan pokok di dalam negeri rupanya telah memperparah angka inflasi Indonesia.

Pada hari Selasa yang lalu, seperti yang dilansir Antara, Gubernur BI, Burhanuddin Abdullah mengatakan bahwa kajian penelitian BI memperlihatkan tekanan inflasi pada 2008 maksimum terjadi 6,3%, bila pemerintah tidak melakukan tindakan apa pun. Lebih lanjut ia mengatakan, "Para peneliti di BI melihat justru pada 'high end' dekat ke arah 6%, dan bahkan bisa melewati 6%, maksimumnya 6,3% apabila tidak ada usaha yang dilakukan, jadi apabila tidak melakukan apa-apa, maka itulah yang akan terjadi".

Untuk itu, ia mengemukakan, pihaknya bersama pemerintah akan terus berupaya untuk mengendalikan tekanan inflasi yang kuat pada 2008. Menurutnya, pemerintah akan mengendalikan inflasi dengan berupaya perbaikan di bidang distribusi dan upaya penyediaan kebutuhan pokok.

Banyak pihak mulai meragukan kemampuan pemerintah untuk merealisasikan target penurunan inflasi dalam negeri sebesar lima plus minus satu dapat tercapai. Apalagi jika dilihat dalam dua tahun sebelumnya, terbukti pemerintah juga telah meleset dari target penurunan inflasi yang ditetapkannya. Kenaikkan harga minyak dunia pada akhir tahun 2007 yang sempat mencapai $100 dollar per barel kemarin pun ternyata masih berdampak pada harga barang kebutuhan di dalam negeri.

Seperti yang dikatakan Anton Gunawan, seorang ekonom Citibank kepada Antara, “Kami memperkirakan tingkat inflasi 2008 bergerak lebih tinggi sebagai kelanjutan dari berbagai kecenderungan sebelumnya”. Menurutnya kenaikan harga pangan serta tingginya tekanan pada inflasi inti, seperti gejolak kurs, pertumbuhan jumlah uang edar, akan meningkatkan tekanan pada inflasi.

Disamping itu Indonesia diperkirakan juga masih akan menghadapi sejumlah masalah yang menyebabkan tekanan pada inflasi, seperti adanya gangguan arus barang dan jasa serta memburuknya infrastruktur. Untuk hal yang satu ini, tentunya Indonesia juga harus waspada, mengingat selama ini masih banyak pemenuhan kebutuhan barang di Indonesia bergantung pada arus impor dari luar negeri. Sebut saja barang-barang elektronik, suku cadang kendaraan, serta berbagai macam piranti komputer, mulai dari hardware hingga software, Indonesia masih sangat bergantung pada arus barang dagang dari luar negeri, alias import. Tentu saja hal ini menimbulkan keprihatinan tersendiri, mengingat nilai tukar rupiah terhadap dollar pun ternyata hingga saat ini belum menunjukkan perbaikan yang signifikan, apalagi kestabilan.

Khusus untuk bidang IT, kerawanan terhadap distribusi hardware maupun software dari luar negeri tetap merupakan ancaman terbesar dalam masalah ini. Mengingat ketergantungan Indonesia terhadap arus barang datang serta belum mampunya industri dalam negeri memenuhi kebutuhan jenis barang ini. Selain itu, dari segi harga barang-barang jenis ini juga diperkirakan masih akan sangat fluktuatif, mengingat gejolak ketidakstabilan nilai tukar rupiah terhadap dollar yang masih berlangsung hingga saat ini

Inflasi Mei Tinggi karena Wacana Naiknya BBM

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengatakan, sebelum harga BBM benar-benar naik, modal untuk terjadi inflasi pada bulan Mei 2008 sudah ada, yaitu dengan naiknya harga barang dan jasa karena wacana kenaikan BBM. "Adanya wacana kenaikan BBM itu menimbulkan spekulasi, artinya kalau kenaikan BBM pun tak dilakukan potensi inflasi sudah ada sebesar 0,5. Jadi kalau bengkak hingga 1,41 itu pun disebabkan kenaikan BBM itu sendiri," ujar Rusman dalam pengumuman angka inflasi di Kantor BPS, Senin (2/6).

Hari ini BPS mengumumkan angka inflasi pada Mei 2008 sebesar 1,41 persen. Menurut Rusman, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada enam kelompok barang dan jasa. Inflasi terbesar ditunjukkan oleh kenaikan indeks kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 2,23 persen, diikuti dengan kelompok bahan makanan sebesar 1,72 persen.

Inflasi terjadi serempak di 45 kota di Indonesia dengan angka tertinggi di Banda Aceh sebesar 3,78 persen dan terendah di Palangkaraya sebesar 0,19 persen. Rusman mengatakan serempak terjadinya inflasi ini disebabkan terjadinya kenaikan BBM di seluruh kota ini dan bulan depan justru jumlahnya potensi bertambah. "Per 1 Juli pun nanti tidak 45 kota lagi tapi menjadi 66 kota," ujar Rusman.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama Mei 2008, antara lain bensin, gas elpiji, beras, daging ayam ras, dan minyak tanah. Meski seluruh kelompok mengalami kenaikan harga, kelompok sandang mengalami penurunan, yaitu sebesar 0,16 persen, seperti cabai rawit, emas perhiasan, telur ayam ras, cabai merah, kacang panjang, dan gula pasir.

Rabu, 06 Januari 2010

Fungsi Manajemen Strategis

Fungsi manajemen strategis merupakan aktivitas manajemen tertinggi yang biasanya disusun oleh dewan direktur dan dilaksanakan oleh CEO serta tim eksekutif organisasi tersebut. Manajemen strategis memberikan arahan menyeluruh untuk untuk perusahaan dan terkait erat dengan bidang perilaku organisasi.
Manajemen strategis merupakan suatu seni dan ilmu yang dapat memungkinkan perusahaan mencapai sasarannya. Yang juga sebagai proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan, dan perencanaan untuk mencapai sasaran tersebut serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencakan pencapaian tujuan organisasi.
Dengan menggunakan manajemen strategis akhirnya perusahaan dapat memahami kekuatan bersaing dan mengembangkan keunggulan kompetitif berkelanjutan secara sistematis dan konsisten. Besarnya peranan manajemen strategis banyak diakui pada masa – masa ini dibandingkan pada masa – masa sebelumnya. Dalam perekonomian global yang memungkinkan pergerakan barang dan jasa secara bebas diantara berbagai Negara, suatu perusahaan terus ditantang untuk terus kompetitif.

Fungsi Manajemen Strategis

Banyak definisi – definisi yang dikemukakan oleh para ahli mengenai fungsi – fungsi manajemen. Dan itu semua yang menyebabkan kebingungan dalam mentafsir yang mana sajakah sebenarnya yang termasuk dalam fungsi manajemen. Dibawah ini adalah ringkasan singkat dari 10 fungsi – fungsi manajemen yang dianggap mendekati sebagai suatu fungsi manajemen :
1. Meramalkan
Kegiatan memproyeksikan mengenai kejadian yang akan terjadi bila sesuatu dikerjakan.
2. Perencanaan
Penentuan serangkaian kegiatan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
3. Organisasi
Pengelompokan kegiatan untuk mencapai tujuan brsama.
4. Penyusunan staff/personalia
Penyusunan staff yang dimulai dari penarikan, pengembangan, dan latihan tenaga kerja baru agar setiap pekerja memberikan kinerja yang makimal terhadap perusahaan.
5. Pengarahan
Kegiatan memberikan arahan, bimbingan, dan perintah dalam pelaksanaan tugas masing – masing agar sesuai tujuan yang telah ditetapkan bersama.
6. Leading
Kegiatan untuk meminta orang lain agar bertindak sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.
7. Koordinasi
Menyelaraskan seluruh tugas yang diberikan agar tidak menjadi kacau dan saling melempar tanggung jawab terhadap sesame pekerja.
8. Motivasi
Pemberian semangat, motivasi, dan dorongan positif bagi bawahan agar mengerjakan tugas dengan penuh tanggung jawab.
9. Pengawasan
Pengecekan cara dan alat – alat pendukung agar menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan.
10. Pelaporan
Penyampaian hasil kegiatan baik tertulis ataupun secara lisan.

Fungsi Manajemen Strategis

Fungsi Manajemen merupakan bagian penyusun – penyusun dasar dari suatu proses manajemen yang akan diterapkan oleh seorang manajer agar suatu bagian yang dikerjakan menjadi lebih baik. Banyak para ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai fungsi manajemen tersebut. Salah satunya adalah Henry Fayol, yang mengungkapkan bahwa fungsi – fungsi manajemen terdiri dari planning, organizing, commanding, coordinating, dan controlling.
Dalam suatu perusahaan pasti ada yang menggunakan fungsi manajemen strategis, namun kita harus tahu apakah yang dimaksud dan terdiri dari apa sajakah suatu fungsi manajemen strategis tersebut dalam perusahaan :
Fungsi manajemen strategis dalam perusahaan :
1. Meningkatkan sales (finansial).
2. Meningkatkan produktifitas (finansial).
3. Meningkatkan profitabilitas (finansial).
4. Mengetahui strategi pesaing (non financial).
5. Meningkatkan kesadaran akan keamanan (non financial).
6. Mengurangi resistensi perubahan (non financial).
7. Meningkatkan kemampuan dalam pemecahan masalah (non financial).

Tujuan bagi perusahaan dalam mengadakan fungsi manajemen strategis :

1. Sebagai motivasi.
2. Sebagai legitimasi.
3. Sebagai dasar organisasi.
4. Sebagai pedoman.

Rabu, 30 Desember 2009

Pengertian Desentralisasi

Desentralisasi adalah pelimpahan kekuasaan dan pembuatan keputusan secara meluas kepada tingkatan – tingkatan yang lebih rendah. Keuntungan desentralisasi adalah sama dengan delegasi, yaitu mengurangi beban atasan dalam suatu tugas pekerjan yang berat atau tidak dapat dikerjakan sendiri.


Desentralisasi mempunyai nilai apabila dapat membantu organisasi mencapai tujuan dengan efisien. Faktor – faktor yang mempengaruhi derajat desentralisasi adalah sebagai berikut :
1. Filsafat manajemen
2. Ukuran dan tingkat pertumbuhan ekonomi
3. Strategi dan lingkungan organisasi
4. Penyebaran geografis organisasi
5. Pengawasan yang efektif
6. Kualitas manajer
7. Keaneka – ragaman produk dan jasa
8. Karkteristik – karakteristik organisasi lainnya
Penyusunan Personalia Organisasi
Sumber daya terpenting suatu organisasi adalah sumber daya manusia – orang – orang yang memberikan tenaga, bakat, beraktivitas, dan usaha mereka kepada organisasi.
Penyusunan persoanlia adalah fungsi manajen yang berkenaan dengan penarikan, penempatan, pemberian latihan, dan pengembangan anggota-anggota organisasi. Kegiatan – kegiatan penyusunan personalia sangat eraat hubungannya dengan tugas – tugas kepemimpinan, motivasi, dan komunikasi sehingga pembahasannya sering ditempatkan sebagai bagian dari fungsi pengarahan.
Proses penyusunan personalia :
1. perencanaan sumber daya manusia
2. penarikan pengadaan calon – calon personalia
3. seleksi
4. pengenalan orientasi
5. pelatihan dan pengembangan
6. penilaian pelaksaan kerja
7. pemberian balas jasa dan penghargaan
8. perencanaan dan pengembangan karir
Perencaan sumber daya manusia:
1. penentuan jabatan – jabatan yang harus diisi
2. pemahaman pasar tenaga kerja
3. pertimbangan kondisi, permintaan, dan penawaran karyawan