Minggu, 29 November 2009

Perekrutan Pemain Baru

Dalam suatu klub sepak bola, pastilah dalam jangka waktu tertentu akan melakukan pembelian pemain baru. Dengan berbagai alasan suatu klub sepak bola pasti akan memilih pemain yang permainannya sesuai dengan yang dibutuhkan oleh klub. Salah satu alasan yaitu tentang karakter permainan sang pemain, sebagai penjaga gawang, bertahan, gelandang ataupun sebagai penyerang. Tidak menutup kemungkinan suatu klub dapat merekrut lebih dari satu orang pemain yang diincarnya. Dan semua itu tergantung dari kesepakatan harga kontrak dari masing – masing pemain.
Suatu klub pasti mempunyai pertimbangan masing – masing dalam pemilihan pemain. Ada yang mencari seorang bintang agar klubnya bisa banyak memenangi banyak trofi dan ada juga yang mencari bibit – bibit muda agar suatu saat dapat menjadi seorang bintang. Tetapi ada juga klub yang hanya mencari pemain yang dikatakan sudah uzur atau sudah bukan merupakan umur yang efektif untuk seorang pemain sepak bola professional dengan alasan mencari pemain yang berpengalaman. Sebaliknya ada juga klub yang merekrut bibit – bibit muda dan selalu menghasilkan pemain – pemain muda yang berkualitas, sebagai calon – calon bintang sepak bola dimasa yang akan datang. Semua itu kembali kepada kebutuhan masing – masing klub yang ingin merekrut calon para pemain.
Manajemen klub dalam tahap ini pasti mengalami suatu konflik yang berasal dari intern klub. Karena dalam pemilihan pemain yang ingin di rekrut, manajemen harus membuat keputusan yang tepat agar pembelian sang pemain tidak menjadi sia – sia. Karena semua bagian penting dalam klub berhak memberikan suaranya tentang bagaimana karakter pemain yang pantas untuk di rekrut. Orang – orang dalam klub yang berperan penting dalam menentukan calon pemain adalah pelatih, official klub, direktur teknik, dan terutama adalah pemilik klub yang mempunyai andil besar di dalam suatu klub sepak bola.
Sebelum membuat keputusan pembelian pemain baru, biasanya klub tertentu melakukan pengamatan melalui pencari bakat dari klub kepada sang pemain incaran pada tiap pertandingan di klub yang di belanya saat itu. Lalu apabila merasa cocok, maka sang pemain incaran akan dihubungi oleh pihak klub dan melakukan negoisasi.
Nah terakhir yang dilakukan oleh klub adalah mengmpulkan daftar nama yang menjadi calon, lalu terakhir manajemen klub melakukan voting sebagai tahap akhir dalam perekrutan pemain. Nah ternyata dalam sepak bola pun sering dilakukan voting sebagai solusi.

Pemilihan Objek Wisata

Pada akhir semester 2, teman – teman satu kelas ingin keluar kota untuk berwisata. Karena kami semua ingin melepas lelah setelah melewati hari – hari dengan jadwal kuliah yang cukup padat. Dimana dalam seminggu, kelas kami hanya mendapat jadwal libur satu hari, dan selebihnya adalah kegiatan kuliah dan praktikum.
Diawali dengan pengumuman ketua kelas didepan kelas setelah ujian akhir semester (UAS) mata kuliah yang terakhir dilaksanakan. Supaya semua anggota kelas mengetahui dengan jelas rencana yang dimaksud. Dia mengatakan bahwa setengah dari anggota kelas setuju dengan rencana yang ingin diadakan pada akhir bulan juli lalu. Lalu kami semua membicarakan dengan teman – teman kelas lainnya yang belum memberikan suara tentang kegiatan tersebut.
Ternyata semua setuju asalkan tempat wisata dan tempat menginap sesuai dengan keinginan semua anggota. Karena tempat tersebut harus sesuai dengan keuangan dan semua menginginkan tempat inap untuk wanita dan pria dipisah. Kami sekelas pun melajutkan musyawarah untuk menentukan kemana kita akan berwisata. Tetapi tidak dapat dipungkiri, bahwa tejadi konflik dalam forum tersebut.
Sebagian ada yang ingin pergi ke kawah putih di bandung, tetapi ada pula yang ingin pergi ke jogja ke candi Borobudur. Nah disitu, kita memutuskan untuk mengadakan voting untuk menentukan objek wisata mana yang akan kita labuhi. Dan nominasi tempatnya adalah Kawah Putih di Bandung, Candi Borobudur di Yogjakarta dan Kepulauan seribu. Di tahap ini sangat memerlukan pemikiran yang logis karena harus sesuai dengan keadaan yang kita miliki.
Setelah semuanya memberikan suara, akhirnya kami memilih untuk pergi ke Kawah Putih di Bandung. Dalam pengambilan keputusan kita pasti menemukan suatu konflik yang berasal dari interen ataupun eksteren dari suatu organisasi. Dan kami pun akhirnya menemukan cara atau solusi untuk mengatasinya dengan cara voting.

Pembuatan Lagu

Dalam suatu situasi pasti kita slalu menjumpai masalah yang berat ataupun yang ringan. Begitupun masalah yang timbul pada masalah yang akan saya sampaikan pada tulisan berikut ini.
Saya mempunyai band yang sudah berjalan enam tahun, tetapi baru sebatas sebagai hobi. Dalam kesehariannya disaat kita kumpul untuk latihan rutin, kami pasti menyempatkan untuk mencoba membuat lagu sendiri. Biasanya kami bersama – sama untuk menciptakan lagunya, tetapi tidak menutup kemungkinan kalau saja ada diantara kami yang bisa menciptakan sendiri lagu pribadinya.
Dalam cara seperti itu kami dapat menjadi lebih berkreasi dan kreatif dalam rangka pembuatan lagu. Karena dalam pembuatan musik dan lirik, kalau tanpa penghayatan maka yang dihasilkan adalah lagu yang tidak berkualitas serta menjadi percuma. Maka dari itu, dalam penciptaan sebuah lagu dapat dilakukan secara bersama - sama ataupun sendiri.
Pada suatu hari, kami memutuskan untuk merekam lagu – lagu yang sudah jadi untuk dijadikan demo, kalau saja kami membutuhkannya untuk suatu acara atau keperluan bermusik kami. Nah, pada kondisi dan situasi seperti ini saya menjumpai adanya konflik. Karena dalam pengambilan keputusan dalam pemilihan lagu yang untuk direkamkan tidak sesuai dengan keinginan pribadi masing – masing personil. Timbul banyak pendapat yang menghujani pada situasi tersebut, ada yang kurang setuju karena merasa musiknya kurang tepat, ada pula yang berpendapat bahwa lagu yang dipilih menyerupai lagu – lagu yang sudah terkenal. Disinilah konflik yang terjadi sangat erat hubungannya dengan keputusan yang diambil.
Disaat seperti ini, kami semua dipaksa untuk bisa mengatasi konflik yang terjadi untuk mencapai keputusan yang disetujui semua personil. Maka kami pun membuat voting untuk lagu – lagu yang kami sudah saring bersama sebelumnya, dan hasil yang akan didapat nantinya adalah suatu keputusan yang tidak dapat diganggu keberadaannya. Dan kamipun menjalani voting tersebut, alhasil lagu yang dipilih merupakan lagu yang kami rasa tepat untuk dijadikan lagu rekaman band kami.

Senin, 12 Oktober 2009

acara osis gagal

SAAT menjadi ketua osis sewaktu SMP adalah salah satu hal yang menyenangkan dalam hidup saya, karena saya bisa menjadi berani tampil di depan umum dan berani untuk mengeluarkan pendapat. Yang menjadi impian pada waktu itu adalah membuat suatu acara yang sukses dan mendapatkan perhatian yang besar dari para pengunjung.
DAN awalnya para pengurus osis pun berkumpul untuk bermusyawarah mengawali pembentukkan panitia. Setelah itu panitia pun terbentuk dan kami menentukan visi dan nilai serta misi yang ada adalah membuat acara yang dapat meningkatkan kreativitas, ketakwaan dan kedisiplinan para siswa.
KAMI pun akhirnya menyepakati untuk membuat acara pentas seni dan lomba dakwah antara sekolah yang ada disekitar SMP saya. Kami membuat proposal kepada Kepsek, dan setelah disetujui, panitia yang ada pun memulai kerja untuk mewujudkan program yang telah di rencanakan. Kami mengejakan pekerjaan masing – masing sesuai bidang kepanitiannya. Kami mempunyai aturan yaitu selalu melaporkan kemajuan yang telah dilakukan. Kami semua bekerja secara professional tanpa mengharapkan imbalan apapun dari kegiatan yang kami rencanakan. Dan semua panitia pun meminta bantuan untuk memaksimalkan pekerjaan dari masing – masing bidang kepanitiaan kepda siswa yang lain.
TETAPI pada seminggu sebelum hari acara berlangsung, kami ternyata masih kesulitan untuk menyewa soundsystem dan perlengkapan tenda, dan juga penyebaran undangan pun masih bertele – tele. Ternyata yang menyebabkan itu semua terjadi adalah kami tidak mempunyai rencana kerja yang akan kami lakukan pada rancangan acara tersebut, yang telah kami lakukan adalah bekerja sendiri – sendiri tanpa adanya rencana kerja bersama dan tanpa adanya koordinasi dari masing – masing bidang kepanitiaannya. Dan akhirnya pun acara tersebut gagal diselenggarakan dan ternyata terjadi salah langkah pada pelaksanaan kepanitiaan tersebut.

band gagal

Sebuah usaha yang sejak semasa SMA saya lakukan dengan teman – teman saya yaitu ingin menjadi suatu Band yang sukses dan terkenal. Dimulai dari latihan yang rutin setiap akhir pekan, kami lakukan dengan sangat antusias. Siapa yang tidak mau dan semua juga pasti mempunyai keinginan dan suka bermimpi bisa seperti band yang terkenal dan sukses seperti Slank, Gigi, PeterPan, maupun Koes Plus yang telah menjadi salah satu legenda musik di Indonesia.

Pada saat itu kami rutin melakukan latihan dan selalu memainkan lagu – lagu band yang sudah terkenal. Dengan kebersamaan yang besar, kami selalu mencari lagu – lagu yang belum kami kuasai untuk mencari chord – chord dan menghafal lirik dari lagu – lagu tersebut. Dan setelah kami dapat menguasainya, barulah kami mulai memainkan dengan di penuhi rasa senang dan bahagia.

Selanjutnya kami berkeinginan untuk bisa tampil bagus di depan umum sembari unjuk gigi kepada masyarakat bahwa kami mempunyai potensi dan layak untuk di jadikan idola. Dan di awali dengan mengikuti audisi pensi di sekolah, sampai mengikuti audisi festival musik yang sering diadakan oleh berbagai macam sponsor – sponsor besar di berbagai daerah Jabodetabek, dan sebagian yang ada telah kami ikuti audisinya. Tetapi apa daya, kami memang belum dapat menembus festival – festival musik besar yang telah di selenggarakan oleh berbagai macam sponsor besar tersebut, dan hanya dapat tampil di acara sekelas pentas seni yang di adakan di sekolah kami dan sekolah – sekolah tetangga. Tetapi walaupun hanya itu yang baru bisa di capai, kami telah syukuri dan kami ambil sebagai pelajaran untuk hari – hari ke depan.

Hari – hari selanjutnya dan dari sekian lama kami berusaha, kami pun mendapat secercah harapan di depan mata. Setelah kami lulus sekolah, ada tawaran untuk membuat demo lagu dari suatu IO, yang bertujuan untuk di promosikan kepada salah satu perusahaan rekaman yang ada di Indonesia. Di situlah kami memulai rencana untuk menetapkan jenis musik apakah yang akan kami naungi, dan akhirnya jenis musik rock lah kami bernaung. Dengan berusaha membuat lagu karya sendiri, kami selalu memberikan dan menyampaikan inspirasi kepada masing – masing personil. Tentang lirik, lalu tentang musik yang akan di pakai seperti apa, kami selalu mendiskusikannya pada saat latihan dan berkumpul. Pada akhirnya kami pun telah merampungkan demo lagu yang di harapkan dari hasil karya dan jeri payah kami sendiri. Dan secepatnya kami mengajukan demo lagunya kepada IO yang bersangkutan, dan akhirnya IO pun setuju untuk mengawali karir kami dengan mengundang untuk tampil pada suatu ivent musik di acara HUT Jakarta pada tahun 2008 yang lalu.

Semua persiapan telah rampung menjelang kami pentas, dan semua persiapan berjalan dengan sangat lancar dan mudah. Dengan semua kegiatan latihan yang rutin dan terjadwal, kami tidak mengalami kesulitan untuk bermain kompak saat membawakan lagu – lagu yang akan di pentaskan. Termasuk dari segi kostum yang seragam dan alat – alat musik yang berasal dari masing - masing kepunyaan pribadi kami.

Dan hari saat pentas pun tiba, saat tampil kami pun sebelumnya berdoa dalam hati, dan saat kami memainkan lagu – lagu satu persatu, kami pun terkejut karena semua penonton yang hadir dan menyaksikan kami tampil, semuanya antusias ikut bernyanyi dan berjingkrak – jingkrakkan. Tetapi saya rasa itulah puncak dari rasa bahagia dan usaha kami yang telah terbayarkan, dan saya rasa itu sangat salah dan terlalu cepat untuk merasa puas.

Di hari – hari selanjutnya sampai sekarang saya membuat tulisan ini, semua kegiatan rutin yang telah dilakukan selama ini, tidak berjalan mulus seperti dahulu kala. Semua bagaikan telah mencapai titik tertinggi dan sekarang yang kami alami adalah menuruni bukit itu dengan cepat. Tidak ada lagi rutinitas berkumpul, latihan , dan bertatap muka lagi. Semua aturan sudah hilang karena kesibukan masing – masing personilnya. Di tambah kami semua berbeda kampus dan lingkungan yang sangat berbeda. Semua kebiasaan – kebiasan itulah yang tidak saya temui pada sat ini. Semua aturan – aturan yang ada pada saat dulu sebelum kami naik ke panggung untuk pentas sudah hilang dan bagaikan tidak di hiraukan lagi. Dan saya rasa yang terjadi pada band saya saat ini adalah adanya konflik kepentingan. Dan sampai saat ini, saya dan teman – teman band yang lain belum bisa menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah ini.

Inilah sekilas cerita fakta yang saya benar – benar saya alami yang bertautan dengan organisasi berorientasi hasil yang dapat saya sampaikan.

Jumat, 25 September 2009

Arti dan Pentingnya Organisasi

Dalam kingkungan yang terus berubah anda tidak memerlukan struktur organisasi yang memungkinkan anda untuk menyesuaikan diri. Cara untuk mengubah sruktur organisasi yang kaku menjadi struktur organisasi yang memungkinkan untuk melakukan adaptasi adalah dengan meninggalkan seluruh model organisasi pada abad yang silamm bersama dengan semua pengandaian yang mendasarinya.
Organisasi perlu memiliki arah arah dan maksud strategis, yaitu memiliki aspirasi atau harapan yang luas, diyakini oleh anggota organisasi tersebut, memiliki tujuan yang jelas, dan obsesi untuk menang, yang merupakan merupakan daya dorong untuk dapat mengarahkan kemudi organisasi tersebut. Dalam hal ini dibutuhkan aspirasi bersama yang memungkinkan organisasi untuk memperluas dirinya melampaui sumberdaya yang ada sekarang.aspirasi tersebut dapat memberi pemahaman mengenai: arah, tujuan, tantangan yang disadari bersama dan menantang semua pihak atau anggota dalam organisasi tersebut mengarahkan rasa hormat dan kesetiaan berbagai pihak dalam organisasi tersebut. Apabila tujuan organisasi adalah memberi semangat kepada seluruh anggota organisasi, maka organisasi harus melibatkan banyak pihak dalam organisasi tersebut, terutama pihak terdekat ddengan para pelanggan dan smber teknologi dalam perencanaan strategis. Perencanaan strategis harus merupakan gabungan kecerdasan dan imajinasi kreatif para pimpinan dan karyawan dalam organisasi.
King dan Clelland menyatakan bahwa misi organisasi mempunyai peran khusus, yaitu:
1. Pelayanan sebagai dasr untuk konsolidasi dengan tujuan organisasi
2. Mendorong dan memandu alokasi sumber
3. Menentukan suasana internal organisasi beserta iklimnya
4. Memudahkan rancangan variabel utama untuk system control
Sedangkan misi akan berpengaruh terhadap kedudukan strategis organisasi dalam melakukan aspek manajemen. Kedudukan strategis tersebut terdiri dari nilai, tujuan lingkungan dan sumber daya. Disamping itu, untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan berbagai pihak, maka struktur, proses dan perilaku organisasi perlu disesuaikan dengan dinamika dan perkembangan masyarakat yang dilayani. Kondisi tersebut mendorong organisasi untuk dapat segera mampu menghadapi berbagai pengaruh perubahan apabila organisasi ingin tetap survive atau dapat tetap menjalankan usahanya.
Maka dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah suatu alat untuk pencapaian tujuan dari berbagai pihak yang berada diluar organisasi tersebut, dan sebagai alat untuk pencapaian tujuan. Untuk itu organisasi harus dibuat secara rasisonal, dalam arti harus dibentuk dan beroperasi berdasarkan ketentuan formal dan perhitungan efisiensi.

B. PENDEKATAN DALAM TEORI ORGANISASI
Dalam beberapa uraian tersebut dapat disimak bahwa sesungguhnya cakupan teori organisasi sangat luas. Jadi study mengenai organisasi juga dapat dilakukan menurut berbagai sudut pandang yang berbeda. Sebagai konsekuensinya, kemudian muncul berbagai pendekatan dalam teori organisasi, yang masing – masing sangat dipengaruhi oleh cara yang digunakan untuk meninjau masalah organisasi. Keseluruhan pendekatan ini, minimal dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu:
1. Pendekatan Klasik
Pendekatan klasik ini diilhami oleh konsep Taylor pada tahun 1919, yang mengajarkan bahwa dalam suatu organisasi perlu diadakn suatu pembatasan secara tegas antarakegiatan pelaksanaan atau operasional dengan tugas manajerial.
2. Pendekatan Neo Klasik
Pada tahap berikutnya, Pendekatan Neo Klasik timbul sebagai akibat dari serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Elton Mayo. Pendekatan ini disebut juga sebagai pendekatan human relation karena perhatiannya terpusat pada aspek hubungan antar manusia dalam organisasi.
3. Pendekatan Modern
Dalam Pendekatan Modern menyatakan bahwa yang dimiliki saat ini bukan teri mengenai organisasi tetapi way of thinking atau cara berfikir mengnai organisasi, cara melihat dan menganalisis secara lebih tepat dan mendalam, yang dilakukan melalui keteraturan atau regularitas perilaku organisasi, yang hanya berlaku untuk suatu lingkungan atau kondisi tertentu.

C. ORGANISASI DENGAN SISTEM TERTUTUP DAN TERBUKA
Dikaitkan dengan sifat organisasi, maka pada paradigma mekanik, organisasi lebih menganut system tertutup (close system), dimana suatu organisasi dilihat sebagai suatu kesatuan yang bebas dan tidak mempunyai ikatan dengan variberl lainnya. Dengan demikian apabila berbagai persoalan, maka factor penyebab dan metode pemecahannya selalu dikembalikan kepada factor internal seperti : susunan organisasi, tugas pokok dan fungsi atau hubungan formal. Sedasngkan factor diluar organisasi yang mempunyai kontribusi juga terhadap timbulnya persoalan tersebut, justru tidak diperhitungkan.
Paradigma organisasi mekanik banyak diterapkan pada system kelembagaan pemerintah yang mempunyai cirri sebagai berikut:
1. Adanya spesialisasai tugas
2. Mengutamakan sarana dan pertanggungjawaaban
3. Inisiatif penyelesaiaan konflik di dalam organisasi berasal dari atasan
4. Interaksi antar anggota organisasi cenderung vertical dengan gaya yang diarahkan untuk mencapai kepatuhan
5. Kentalnya system komando dan hubungan structural antara atasan dengan bawahan
Sedangkan pada organisasi yang bertipe organic lebih benyak menerapkan pendekatan system terbuka (open system) yang menitikberatkan factor manusia dan cara manusia berperilaku dalam kegiatan organisasi senyatanya.oleh karenanya, maka pendekatan ini, factor

D. PENDEKATAN KESISTEMAN

1. Struktur organisasi
Struktur pada dasarnya merupakan ciri organisasi yang berfungsi untuk mengendaliakn atau membedakan semua bagiannya. Adanya sruktur akan memudahkan organisasi dalam mengendalikan perilaku para pegawai, dalam arti pegawai tidak mampu membuat pilihan yang mutlak bebas dalam melakukan pekerjaan dan cara mengerjakannya. Di samping itu, struktur juga mempengaruhi perilaku dan fungsi kegiatan di dalam organisasi. Dengan demikian, untuk dapat menciptakan efektivitas dan efisiensi organisasi, diperlukan keputusan yang sarat mendesain struktur organisasi.

2. Proses Organisasi
Pemahaman dan pembahasan tentang proses organisasi berpijak pada aktivitas organisasi yang dilakukan secara teratur. Dengan melakukan aktivitas tersebut, maka proses komunikasi, pengambilan keputusan, pemilihan prestasi, sosialisasi dan karier perlu diperhatikan. Di samping proses komunikasi, pada organisasi modern perlu dikembangkan pula proses pengambilan keputusan yaitu proses dimana serangkaian kegiatan dipilih yang mencerminkan alternative tindakan terbaik bagi penyelasaian masalah. Dapat dikatakan pula bahwa keputusan merupakan mekanisme organisasi untuk melakukan upaya memenuhi keputusan yang diinginkan, atau merupakan tanggapan organisasi terhadap suatu masalah. Selain proses komunikasi dan pengambilan keputusan, organisasi harus melakukan proses evaluasi prestasi dan proses sosialisasi dan karier.



3. Perilaku Organisasi
Perilaku organisasi adalah suatu study yang menyangkut aspek tingkah laku manusia dalam organisasi atau suatu kelompok tertentu. Perilaku organisasi berkaitan dengan seperangkat konsep dasar tentang hakikat manusia dan organisasi. Dalam kaitannya dengan manusia, terdapat empat asumsi dasar, yaitu :
 Perbedaan individu
 Manusia seutuhnya
 Perilaku yang termotivasi
 Nilai manusia atau martabat manusia
Sedangkan kaitannya dengan organisasi, asumsi yang penting adalah bahwa organisasi merupakan system social dan dibentuk atas dasr kepentingan bersama. Dengan adanya interaksi yang kompleks ini maka penelaahan terhadap perilaku organisasi harus dilakukan melalui beberapa pendekatan, antara lain :
1. Pendekatan SDM
Pendekatan ini dimaksudkan untuk membantu karyawan agar mempunyai prestasi lebih baik, menjadi orang yang lebih bertanggungjawab, dan berusaha menciptakan suasana dimana mereka dapat menyumbang sampai batas kemampuan yang dimilikinya sehingga mengarah pada peningkatan keefektifan pelaksanaan tugas.
2. Pendekatan Kontingensi
Pendekatan ini mengandung pengertian bahwa adanya lingkungan yang berbeda menghendaki praktek perilaku yang berbeda pula untuk mencapai keefektivan
3. Pendekatan Produktivitas
Pendekatan ini dimaksudkan sebagai ukuran sejauh mana efisiensi suatu organisasi dapat menghasilkan keluaran yang diinginkan.
4. Pendekatan system
Pendekatan ini diterapkan dalam system social. Dimana didalamnya terdapat serangkaian hubungan manusia yang rumit yang berinteraksi dalam banyak cara.
Penjelasan tersebut merupakan pemikiran yang sangat esensial dalam pembahasan bahwa pada pendekatan organisasi modern tidak ada suatu organisasi pun yang mampu melepaskan diri dari pengaruh lingkungan yang terus berubah pesat sehingga perlu mendorong organisasi agar tetap dinamiss.

Hubungan Organisasi dengan Manajemen

Saya meminta anda untuk mengambil sesuatu benda kecil yang menarik di dekat anda. Pegang dan amati. Anda tentu akan bertanya-tanya dalam hati kenapa saya harus melakukan ini. Tentu, saya meminta hal ini karena untuk menunjukkan bagaimana kita nantinya memandang sebuah organisasi. Nah, kembali ke topik semula, tentunya anda sekarang telah memiliki sebuah benda yang – walau mungkin tidak anda pegang – sedang anda amati. Perhatikanlah seluruhnya, karena anda akan menjawab sendiri pertanyaan-pertanyaan sederhana berikut. Pertama, mari kita lihat bersama benda tersebut. Bisakah anda menyebut nama benda tersebut dan dari bahan atau unsur pembentuk apa saja yang menjadikannya menjadi benda tersebut? Misalkan, saat ini anda sedang menyentuh atau melihat selembar kain katun berwarna biru tua dengan motif garis-garis hitam. Selanjutnya kita menyebutkan satu-persatu bahan-bahan penyusun kain tersebut. Ketika saya menulis artikel ini, yang muncul dalam benak saya adalah benang katun dan cat tekstil berwarna biru dan hitam. Pertanyaan kedua, benda tersebut tentu dibuat dalam suatu proses pembuatan, alat-alat apa saja yang harus digunakan agar benda tersebut dapat dibuat? Menurut saya, kain tadi dibuat dengan menggunakan alat tenun, tempat gulungan benang, tempat pencelupan, dan gudang penyimpanan barang. Ketiga, siapa atau keahlian apa saja yang dibutuhkan agar benda tersebut sampai kepada kita? Saya merunut dari mulai pembelian hingga kain itu sampai di tangan, yang berarti terdapat beberapa orang yang harus berada dalam proses ini yaitu: pembeli bahan baku (benang, cat), penenun bila menggunakan cara manual, pengontrol mesin tenun bila menggunakan mesin, bagian pencelup, bagian sortir mutu, bagian pengepakan, bagian distribusi, bagian penjualan.

Setelah semua pertanyaan tadi terjawab, mari kita membayangkan seluruh hal tadi bergerak sebagaimana seharusnya sehingga proses pembuatan benda tersebut seolah-olah terlihat jelas dalam pikiran kita. Kita melihatnya mulai dari saat bahan-bahan tersebut dikumpulkan oleh bagian atau orang-orang yang diberi tanggung jawab untuk itu, selanjutnya diproses dalam suatu mesin atau cara kerja tertentu oleh orang-orang yang ahli, dikumpulkan, dan kemudian dijual di pasar-pasar atau dimasukkan ke dalam toko-toko.

Organisasi
Ketika kita membayangkan seluruh hal tadi, inilah yang saya sebut sebagai gerak organisasi. Organisasi bergerak untuk menghasilkan sesuatu, bisa berupa benda atau pun jasa tertentu. Benda yang kita lihat tadi merupakan hasil dari suatu proses menggerakkan sumber daya organisasi berupa bahan baku dan orang-orang di dalamnya. Robbins dalam Perilaku Organisasi mendefinisikan organisasi sebagai “suatu unit sosial yang dikoordinasikan dengan sadar, yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang berfungsi atas dasar yang relatif terus-menerus untuk mencapai suatu tujuan atau serangkaian tujuan bersama.”

Definisi ini menjelaskan bahwa segala kegiatan yang dikoordinasikan oleh minimal dua orang sudah masuk dalam kategorinya. Di dalamnya terdapat tujuan yang ingin dicapai, bisa berupa suatu statemen atau pun hasil, semisal kain tadi.

Manajemen

Segala yang terjadi dalam proses mencapai tujuan tadi memerlukan pengelolaan. Disinilah manajemen masuk dalam organisasi. Dalam kalimat yang sederhana, manajemen berarti juga proses mengatur segala hal dalam organisasi. Manajemen, menurut Robbins, memiliki beberapa fungsi yang harus dilakukannya dalam mengelola organisasi:

1. Perencanaan
2. Pengorganisasian
3. Kepemimpinan
4. Pengendalian


Fungsi perencanaan meliputi menentukan tujuan organisasi, menetapkan suatu strategi keseluruhan untuk mencapai tujuan, dan mengembangkan suatu hirarki rencana yang menyeluruh untuk memadukan dan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan.

Fungsi pengorganisasian merupakan tanggung jawab dalam perancangan struktur organisasi. Fungsi ini mencakup penetapan tugas-tugas apa yang harus dilakukan, siapa yang harus melakukan, bagaimana tugas-tugas itu dikelompokkan, siapa melapor kepada siapa, di mana keputusan harus diambil.

Semua organisasi terdiri dari orang-orang, dan adalah tugas manajemen untuk mengarahkan dan mengkoordinasi mereka. Inilah fungsi kepemimpinan. Saat mereka memotivasi bawahan, mengarahkan kegiatan orang lain, memilih saluran komuniakasi yangpaling efektif, atau memecahkan konflik antara anggota, mereka itu sedang melaksanakan kepemimpinan.

Fungsi pengendalian merupakan fungsi yang terakhir. Setelah tujuan-tujuan ditentukan, rencana-rencana dirumuskan, pengaturan struktural digambarkan, dan orang-orang dipekerjakan, dilatih, dan dimotivasi, masih ada kemungkinan bahwa ada sesuatu yang keliru. Untk memastikan bahwa semua urusan berjalan seperti seharusnya, manajemen harus memantau kinerja organisasi. Kinerja yang sebenarnya harus dibandingkan dengan tujuan-tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Jika terdapat penyimpangan yang cukup berarti, adalah tugas manajemen utnuk mengembalikan organisasi itu pada jalurnya. Pemantauan, pembandingan, dan kemungkinan mengoreksi inilah yang diartikan dengan fungsi pengendalian